Sajak Penyair Freethinker Indonesia

Tukang Cukur

hari ini tempatku sepi 
dari pagi hingga siang hari 
yang datang hanya satu orang

entah dia itu datang dari mana 
tapi begitu dia duduk di bangku cukur 
dia langsung ngoceh membahas suara rakyat

aku terpaksa ikut mendengarkan semua ocehan dia 
sambil terus bekerja menggunakan gunting rambut

semakin dia banyak ngoceh aku pun semakin tahu 
bahwa dia itu ternyata mahluk sejenis wakil bandit

setelah malam tiba dia baru berhenti ngoceh 
sambil membayar dengan segepok uang 
tanpa mau melihat ke arah cermin

dia pulang dengan riang gembira 
rambutnya tetap klimis utuh 
kupingnya hilang satu

Bayu Angora | 2017