Blog

Toxic Religionship

Toxic Religionship

Bayangkan menjalani hidup di dalam ketakutan yang ditanamkan sejak dini. Begitu lahir dipaksa mengimani kitab fiksi yang penuh kontradiksi dan cocoklogi.

Sulit untuk lari karena telanjur trauma oleh mitologi penyiksaan yang keji setelah mati. Bahkan dihakimi dan intimidasi ketika memutuskan untuk tidak seiman lagi.

Tapi toxic religionship ini bisa segera diakhiri jika kita semua menghendaki. Melangkah dari takhayul menuju realitas. Aktifkan kembali jati diri, nalar, dan nurani.

Merdekakan diri dari berbagai belenggu gaib dan penindasan berkedok suci. Selamatkan orang yang kita cintai dari pandemik takhayul dan mitologi.

• Bayu Angora