Penyair Blog Freethinker Indonesia

Revolver

dari enam lubang yang menunggu 
hanya satu lubang yang berpeluru

kau ingin menikamku beribu kali 
namun kau tak pernah punya nyali

kau tak pernah puas mengutukku 
sebelum aku hangus menjadi abu

lebih baik mainkan revolver ini 
kau tiga kali dan aku tiga kali

lalu kita akan segera saksikan 
otak siapa yang berhamburan

kau sudah siap, sayang?

Bayu Angora | 2012