Penyair Sajak Freethinker Indonesia

Rabun Sajak

dengan kepingan kata 
kau bimbing aku mengeja 
kau ajarkan aku membaca

namun seperti biasa 
mataku bisu mulutku buta

kau tulis ‘andong’ 
kubaca ‘anjing’

kau tulis ‘kantor’ 
kubaca ‘kontol’

kau tulis ‘memang’ 
kubaca ‘memek’

kau tulis ‘tapi’ 
kubaca ‘tai’

dengan tetesan sajak 
kau ajarkan aku membasuh mata 
kau bimbing aku mengasah batin

namun seperti biasa 
aku malah asik bermain kelamin

Bayu Angora | 2012