Zarathustra

aku tengah menyiapkan ini itu menyiapkan semuanya sendirian panggung mana yang belum mati? memasuki musik yang paling sepi sekaligus lukisan paling bising

Simfoni Kain Kafan

setelah berbulan-bulan tak kunjung terpuaskan kau mengajakku kencan jalan-jalan keliling taman belanja berbagai jajanan juga aneka balon pengaman setelah beberapa bulan tak kunjung terbebaskan

Psikotropika

kuberi sepuluh luka kau pasti menderita kuberi sepuluh tawa kau pasti jadi gila maka kutetesi satu luka di setiap sembilan tawa

Primadona

bulan tunduk bintang gugup karena cahaya mereka kalah oleh gemerlap aura wajahmu pancarkan kecantikanmu itu supaya para bidadari murka dan mereka protes ke tuhan

Partai Zombie

partai kami adalah partai terbaik partai kami adalah partai yang paling benar partai kami adalah penyempurna partai-partai sebelumnya selain partai kami hanyalah partai-partai sesat

Pantat Malaikat

padat bulat hangat dan begitu memikat “ini pasti nikmat!” lalu kami berempat membaginya menjadi delapan potong persis seperti pizza hangat