Blog Adalah Freethinker Indonesia

Jerit di Dalam Buku

di ruang yang sunyi itu
kau khusyu membaca buku
tentang kisah kelam arit dan palu

jerit darah di masa lalu
sesekali jatuh di rambutmu
lalu luruh ke bahu dan lenganmu

dengan suara berdebu
aku kembali teriak padamu
setiap kali kau temukan jasadku

aku harap kau mampu
membebaskanku dari palsu
sejarah yang sedang kau baca itu

Bayu Angora | 2017