Penyair Puisi Freethinker Indonesia

Istana Kecoa

dari kampanye turun ke hati
dan kecoa pun memimpin kami

jangankan jadi pemimpin kami
pikiranmu pun masih harus dibenahi
jangankan menangani negeri sebesar ini
hasrat kerdilmu pun masih perlu direnovasi

kami tahu kau punya ambisi
kami pun tahu kau punya anak famili
tapi memaksamu untuk mengundurkan diri
sama seperti halnya mengusir kecoa dengan kaki

kau bukannya pergi tapi malah semakin mendekat
dan terus merayap hingga masuk ke lubang pantat

Bayu Angora | 2012