Freethinker Adalah Penyair Puisi

Ironi Perdamaian

Kaum X, Y, Z menginginkan perdamaian.
Tapi justru malah menjadi perselisihan.

Kenapa malah bisa seperti itu?
Karena masing-masing punya versi sendiri.

X menginginkan perdamaian versi kitab X.
Y menginginkan perdamaian versi ajaran Y.
Z menginginkan perdamaian versi doktrin Z.

Hingga akhirnya mereka saling berperang
demi mewujudkan perdamaian sesuai versinya.

Berperang demi perdamaian memang ironis.

Sama ironisnya seperti psikopat
yang katanya penuh kasih dan sayang
tapi malah rajin mengancam dan menyiksa
hanya karena orang lain tidak mau memujanya.

– Bayu Angora