Penyair Adalah Freethinker Indonesia

Hijrah

dan kau 
masih saja 
mondar-mandir 
di pelupuk mataku

seperti 
ada yang dicari 
dan hendak digali 
atau bahkan digauli

mungkin 
sebotol wiski 
atau celengan babi 
atau hanya kitab suci?

setelah 
tak kau temukan 
apa yang kau idamkan 
tiba-tiba kau menikamku

“ini dia rumahku!” 
katamu sambil menerobos 
masuk ke lubang jantungku

Bayu Angora | 2014