Penyair Puisi Freethinker Indonesia

Dark Ages

Goa Plato mengisahkan peradaban manusia 
yang seumur hidupnya terjebak di dalam goa 
dan menganggap semua bayangan di dalam goa 
sebagai realitas yang diyakini oleh penghuni goa.

Lalu ada sang visioner yang tidak mau terjebak oleh 
paradigma mayoritas dan mencoba keluar dari goa.

Setibanya di luar goa, sang visioner menemukan realitas lain. 
Realitas lain yang bukan sekadar bayangan di dalam goa. 
Dengan takjub, sang visioner mengajak manusia goa 
untuk keluar supaya mereka ikut menyaksikan 
realitas yang sesungguhnya di luar goa.

Tapi sang visioner malah dihujat dan dianggap sesat.

Ini sama seperti halnya zaman kegelapan. 
Manusia goa terbelenggu oleh bayangan di dalam goa. 
Manusia zaman kegelapan terbelenggu oleh dogma di kepala.

Para ilmuwan visioner menemukan bahwa bumi ini 
hanyalah planet kecil di antara miliaran galaksi yang ada.

Sementara manusia yang mindsetnya masih terbelakang 
akan tetap percaya bahwa bumi adalah tempat Adam Hawa 
yang berkembang biak secara incest setelah terusir dari surga.

– Bayu Angora