Freethinker Adalah Sajak Puisi

Bulan Datang Bulan

di balkon itu kita berdua 
ditemani bulan yang sedang montok, 
sebotol bir, sebungkus rokok kretek, 
dan paduan suara tokek

kau yang dari tadi bersandar di bahuku 
memintaku untuk membacakan puisi

ya, aku akan membuatkan puisi 
dan membisikkannya di telingamu

bulan di atas sana tampak bulat berisi 
seperti halnya kamu yang sedang 
datang bulan dan doyan makan 
mungkin bulan sedang datang bulan?

kau terhenyak dari bahuku, 
lalu mengunyah bulan yang renyah itu 
dan memuntahkannya di hadapanku!

Bayu Angora | 2011