Freethinker Adalah Puisi Penyair

Bahaya Laten

“Kenapa saya ditangkap?”
“Kamu memakai logo palu arit!”

Dia pun melepaskan logo tersebut.
Tapi besoknya malah ditangkap lagi.

“Kenapa saya ditangkap lagi?”
“Kamu menyimpan buku komunis!”

Dia pun menyerahkan buku tersebut.
Tapi besoknya malah ditangkap lagi.

“Kenapa saya malah ditangkap lagi?”
“Kamu mengikuti diskusi berbau sosialis!”

Dia pun meninggalkan diskusi tersebut.
Tapi besoknya malah ditangkap lagi.

“Kenapa saya masih saja ditangkap lagi?”
“Kamu nyanyi lagu Genjer-Genjer. Itu dilarang!”

Dia pun menghentikan nyanyi tersebut.
Tapi besoknya malah ditangkap lagi.

“Kenapa saya masih terus saja ditangkap lagi?”
“Kamu kidal. Kamu dianggap sebagai bahaya laten!”

– Bayu Angora