puisi blog freethinker indonesia

Tangis

setiap kali
merindukanku
kau selalu menangis

dengan nafas membara
dengan nafsu memburu

setiap kali
merindukanku
kau bisikkan namaku

dengan hasrat memuncak
dengan desah membasah

setiap kali
merindukanku
kau bayangkan diriku

tangismu
bukan di mata
tapi di selangkangan

Bayu Angora | 2016

 

= Related Posts

Toilet ayah memarahiku karena aku kencing sambil menyebut nama tuhanayah bilang tidak boleh membawa nama tuhan ke toiletibu juga memarahiku kar...
Kelakar di malam yang liar dengan gejolak berpendar kau mengajakku diskusi di luar berkelakar tentang zakar dan mawarkita mencoba sabar dengan ulu...
Kalung Metal anti karat anti bangsattapi tak berarti anti segala laknatdan selama kalung ini tetap melingkar di lehermaka laknat menjadi sahabat se...
Malam Pengantin jika kau memang belum mampu menghapus namaku dari ingatanmu setidaknya sembunyikan dulu namaku dari matamu yang mulai layu dan basah ituji...