sajak blog freethinker indonesia

Sosial dan Spiritual

Humanisme seharusnya menjadi perayaan bersama.
Baik mereka yang relijius ataupun non believer
idealnya saling memanusiakan manusia.

Yang menjadi problem adalah keberagaman caranya
seringkali direcoki oleh takhayul yang disakralkan.

Ada yang bisa tetap memanusiakan manusia
tanpa harus terikat ras, suku, agama, dll.

Ada juga yang memanusiakan manusia dengan syarat
harus seiman dan seagama sesuai dogma di kitabnya.

Oleh karena itu,
untuk merayakan humanisme
bisa dibidani dulu lewat sekularisme.

Supaya kegiatan yang bersifat spiritual dan takhayul
tetap berada di ranah personal masing-masing
dan tidak perlu menjadi noise bagi
kegiatan bersosial lainnya.

– Bayu Angora

 

= Related Posts

Tuhan Feminin Tuhan yang beredar di dunia biasanya lebih dikonsepkan sebagai sosok yang sifatnya cenderung maskulin.Misalnya maha kuasa dan maha per...
Bajingan Jarum itu biasanya dipakai untuk menjahit pakaian. Tapi bajingan memakainya untuk menusuk orang lain. Makanya hati-hati, jangan sampai anda ...
Hukum Mati Mafia drugs dari Australia dihukum mati di Indonesia.Pemerintah Australia protes keras. Mereka pun menarik duta Australia dari Indonesia. ...
Kesurupan Oknum Kaum anda mengajarkan kebaikan. Sikapnya baik, toleran, menyenangkan, open minded, rendah hati, penuh kedamaian, saling menghargai tanpa mem...