puisi penyair freethinker indonesia

Singgasana

jika sekadar meyakini
roti madu emas permata
mungkin itu bukan hal aneh
karena sejak lahir pun kau telah
tinggal di istana sambil mandi susu

jika sekadar menikmati
seonggok daging berdenyut
mungkin itu bukan hal asing lagi
karena siapapun wajib melayanimu

barangkali hanya singgasana
yang bisa membuatmu saling tikam
seperti yang terjadi pada leluhurmu dulu

itulah kenapa aku begitu khawatir
jika yang berkuasa esok hari adalah dirimu

karena yang terjadi dulu akan terulang padamu

Bayu Angora | 2009

 

= Related Posts

Pengantin dari Surga kami adalah sepasang kekasih yang pertama mengenal surgakami penghuni surga bintang lima yang dihasut oleh mereka yang iri kutukan menggem...
Gerhana Bintang malam ini sungguh indah penuh bintang dan harapanbolehkah aku bertanya padamu?pertama: tolong kau tunjukkan padaku satu bintang yang men...
Bassault cabik hingga nada kian meringkik tampar hingga surga kian gemetar berkarat denganmu adalah ambisiku menjelang birahi yang mungkin abadiBay...
Simfoni Kain Kafan setelah berbulan-bulan tak kunjung terpuaskan kau mengajakku kencan jalan-jalan keliling taman belanja berbagai jajanan juga aneka balon pen...