blog puisi freethinker indonesia

Revolver

dari enam lubang yang menunggu
hanya satu lubang yang berpeluru

kau ingin menikamku beribu kali
namun kau tak pernah punya nyali

kau tak pernah puas mengutukku
sebelum aku hangus menjadi abu

lebih baik mainkan revolver ini
kau tiga kali dan aku tiga kali

lalu kita akan segera saksikan
otak siapa yang berhamburan

kau sudah siap, sayang?

Bayu Angora | 2012

 

= Related Posts

Al-Munafikun seorang wanita malam duduk termenung di sudut jalan mencoba teteskan airmatanya yang telah lama membatudi persimpangan datanglah sosok ber...
Permadani cintamu bagaikan permadani meski telah kuinjak berulang kali tapi tetap indah untuk dijadikan puisiBayu Angora | 2016 
Trauma retak jantung berdenting penuh tangis darah dan nanah berjuta luka lama hampir mengering kembali pecah tergaruk sajak yang salahBayu Ang...
Predator di zaman purba manusia berburu hewan supaya bisa bertahan hidupdi zaman sekarang hewan berburu manusia supaya bisa mendapat surgaBayu An...