freethinker adalah penyair puisi

Rabun Sajak

dengan kepingan kata
kau bimbing aku mengeja
kau ajarkan aku membaca

namun seperti biasa
mataku bisu mulutku buta

kau tulis ‘andong’
kubaca ‘anjing’

kau tulis ‘kantor’
kubaca ‘kontol’

kau tulis ‘memang’
kubaca ‘memek’

kau tulis ‘tapi’
kubaca ‘tai’

dengan tetesan sajak
kau ajarkan aku membasuh mata
kau bimbing aku mengasah batin

namun seperti biasa
aku malah asik bermain kelamin

Bayu Angora | 2012

 

= Related Posts

Piercing dulu ada sembilan metal menembus tubuhkusatu di bibir satu di lidah satu di hidung satu di alis kiri satu di alis kanan dua di kupin...
Lesung Pipit senyum indah kian terkubur ketika dogma ditelan mentahsaling serang saling bantai demi hadiah antah berantahhancurkan kasih dan sayang k...
Babak Belur aku memang maling dan tidak mau disebut bangsatmereka memang bangsat dan tidak mau disebut malingaku maling teriak maling mereka bangsat...
Kaum Anti Cermin ketika kami mendiskriminasi pihak lain itu berarti kami sedang menjalankan perintah agama dan kitab suciketika kami diserang balik oleh pi...