blog puisi freethinker indonesia

Pantat Malaikat

padat bulat hangat
dan begitu memikat

“ini pasti nikmat!”

lalu kami berempat
membaginya menjadi
delapan potong persis
seperti pizza hangat

“untuk maut yang mati!”

dan kami pun bersulang
sambil menyantap lahap
hangat pantat ini tanpa
berdoa terlebih dahulu

sementara di dapur sana
izrail terkapar sekarat

Bayu Angora | 2014

 

= Related Posts

Shower of Love romantis itu sederhanamemelukmu di bawah shower menciumi wangi tubuhmu menatap binar matamulalu aku mengecup keningmuBayu Angora | 201...
Nocturnist tak ada yang kalah tak ada yang menanghanya bintang kian meleleh menyaksikan kami telanjangBayu Angora | 2013 
Zoophilia dengan penuh murka kau ucapkan segala hewan dan sumpah serapah kepadanyadengan muak membara dia pun memberikanmu pilihan: antara melupakan...
Babak Belur aku memang maling dan tidak mau disebut bangsatmereka memang bangsat dan tidak mau disebut malingaku maling teriak maling mereka bangsat...