penyair sajak freethinker indonesia

Merayakan Perbedaan

Hal tabu dan sakral itu menarik untuk dijadikan canda tawa.
Terutama dengan mereka yang asik dan open minded.

Saya Sunda. Sahabat saya ada yang Jawa, Batak, Cina, dll.
Kami sering bercanda yang mengarah ke rasis.

Saya sering diledek dengan gaya bicara yang serba “eu” dan “p”
karena orang Sunda terkadang sulit untuk mengucapkan “f”.

Juga sebaliknya, saya pun sering meledek mereka.
Gaya bicara medok diiringi “jancuk” khas Jawa,
gaya bicara keras diiringi “horas bah” khas Batak,
dan gaya bicara “cang cing cong” khas Cina.

Bagi sebagian orang, ledekan rasis masih tabu dan sakral.
Sedangkan kami justru semakin sering saling ledek,
malah semakin gembira dan tertawa lepas.

Manusia dari berbagai latar belakang yang berbeda,
bergembira di dalam tawa yang sama.

Karena perbedaan itu bukan untuk ditabukan dan disakralkan,
melainkan untuk dirayakan dengan penuh suka cita.

– Bayu Angora

 

= Related Posts

Ajaran Konyol Mitos yang dipuja di masa lalu menjadi kekonyolan di masa kini.Mitos yang disembah di masa kini menjadi kekonyolan di masa depan.Umat X ...
Sadis Orangtua: Smackdown itu tayangan sadis. Mulai sekarang, kamu tidak boleh menonton tayangan seperti itu lagi.Anak: Tapi kan seru. Hiburan. ...
Pejantan Itu Bajingan Lama tidak merasakan kasih sayang, sang betina mulai merencanakan modus.Ketika sang betina horny dan kesepian, dia mulai hunting pejantan ...
Level Kejahatan Kejahatan level bawah melanggar hukum. Kejahatan level menengah memanipulasi hukum. Kejahatan level atas menciptakan hukumnya sendiri.Penj...