puisi blog freethinker indonesia

Lucifer

dengan lidah pedang
kau tikam aku dari belakang

mengerat sepasang sayapku
dan menukarnya dengan tandukmu

aku diarak dan ditelanjangi
cahayaku remuk dirajam api

tanpa jerit tanpa pamit
kau kepakkan sayap menuju langit

Bayu Angora | 2011