freethinker adalah sajak puisi

Lidah

entah karena sakit atau nikmat
kau mendatangiku sambil mengerang
pipimu merah nafasmu terengah-engah

perlahan kau bukakan kedua pahamu
ternyata lidahku masih menancap di sana

Bayu Angora | 2014

 

= Related Posts

Toilet ayah memarahiku karena aku kencing sambil menyebut nama tuhanayah bilang tidak boleh membawa nama tuhan ke toiletibu juga memarahiku kar...
Pengumpat Hujan dulu aku sering mengumpat hujan karena hujan selalu turun ketika aku sedang di perjalananlalu hujan kembali reda ketika aku telah tiba di ...
Anak Tuhan kau yang mengaku sebagai perawandan aku mengaku sebagai tuhanlalu kita akan ciptakan lagi tuhan walau tanpa pernikahanBayu Angora | 20...
Double Pedal satu kurang tiga terbilangmaka dua adalah duka menuju pecahkaki menabuh ambisi hingga jiwa kian berapihentakan penuh angkara tetaskan ...