sajak penyair freethinker indonesia

Kemerdekaan Universal

Membanggakan negara itu seperti halnya
membanggakan diri sendiri dan keluarga.

Kita tidak bisa memilih lahir di negara mana,
dari keluarga siapa, kondisi fisik seperti apa, dll.

Sehingga mau tidak mau, suka tidak suka,
kita pun dituntut untuk turut bangga
karena menjadi bagian darinya.

Secara alamiah, manusia memang cenderung
memprioritaskan sesuatu berdasarkan kedekatan.
Mulai dari dirinya sendiri, kemudian meluas dari
lingkup yang terdekat ke lingkup yang terjauh.

Ketika konflik antar keluarga, cenderung membela keluarganya.
Ketika konflik antar agama, cenderung membela agamanya.
Begitupun ketika konflik antar suku atau antar negara,
akan cenderung membela suku dan negaranya.

Mungkin jika suatu saat nanti ada konflik antar planet,
manusia akan lebih membela sesama mahluk planetnya.

Negara, agama, kasta, dll, adalah  hasil peradaban manusia.

Di satu sisi, hal tersebut sering menjadi sekat bagi manusia.
Tapi di sisi lain, manusia selalu membutuhkannya
supaya mereka merasa terlindungi.

Menghilangkan sekat demi kemerdekaan universal.
Utopis?

Tentu saja akan semakin utopis jika tidak diimbangi
dengan kesadaran dan kemerdekaan antar individunya.

– Bayu Angora