sajak penyair freethinker indonesia

Etalase Khotbah

terdamparlah aku di jantung megapolis
di riuhnya lalu lalang para pengembara
juga para pengusaha dan pengguna jasa
yang saling menawar arti kata bahagia

langit yang miring kini semakin lebam
layaknya doa yang terbentur di etalase

gemercik lendir membanjiri ujung kaki
panjatkan kutukan hingga ke ubun-ubun
doa-doa dan amarah dari nafas berbeda
hendak pulang ke asal kisah yang sama

botol bir yang setia mendengar khotbahku
membuatku berkaca dan tersenyum basah

Bayu Angora | 2013