penyair puisi freethinker indonesia

Edansipasi

di malam yang suci itu
kau memintaku berhenti dulu

“meski aku bukan kartini,
tapi aku juga ngerti emansipasi
walau hanya sebesar jamur tai sapi!”
kau tiba-tiba bergeser dari tindihanku

“kenapa lagi, sayang?”
kataku setengah parau

“aku bosan! aku juga berhak berperan!”
kau mendengus sambil menyungkurkanku

“lalu, sekarang kau mau apa?”
aku menggigil menahan tegang

“diam, setan! nikmati saja permainanku!”
kau mulai mengangkang dan menunggangiku

di malam yang suci itu
kau memaksaku bertukar peran

edan! woman on top ternyata nikmat juga!

Bayu Angora | 2011

 

= Related Posts

(Sebut Saja) Bunga kerap muncul di berita dengan luka dan airmatasiapa?sebut saja bunga meskipun ia tak bahagiaBayu Angora | 2015 
Mati Suri separuh jaga separuh mimpi semoga kutukan hanya ilusijalur atas bawah kanan kiri meminta tumbal setiap harikisah yang telah lama sunyi d...
Perban ketika aku masih kecil lututku sobek sepedaku bengkok gara-gara aku menabrak tembok dan terjatuh ke selokan besartak ada seorang pun yang ...
Orangutan kalau sampai rumahku ku tak mau seorang pun bertemu tidak juga kautak perlu termehek-mehek begituaku memang binatang langka dari kumpula...