penyair puisi freethinker indonesia

Edansipasi

di malam yang suci itu
kau memintaku berhenti dulu

“meski aku bukan kartini,
tapi aku juga ngerti emansipasi
walau hanya sebesar jamur tai sapi!”
kau tiba-tiba bergeser dari tindihanku

“kenapa lagi, sayang?”
kataku setengah parau

“aku bosan! aku juga berhak berperan!”
kau mendengus sambil menyungkurkanku

“lalu, sekarang kau mau apa?”
aku menggigil menahan tegang

“diam, setan! nikmati saja permainanku!”
kau mulai mengangkang dan menunggangiku

di malam yang suci itu
kau memaksaku bertukar peran

edan! woman on top ternyata nikmat juga!

Bayu Angora | 2011