penyair adalah freethinker indonesia

Bumi Bersemi

sekuntum sajak terseret ombak
merangkai jejak awan bergerak
akar yang retak jangan dirusak
biarkan bijak tumbuh berdetak

luas tembakau terhampar hijau
teduh kemarau camar berkicau
senyum berkilau jiwa perantau
melihat bangau di depan surau

tak ada jati tanam padi pun jadi
bukan hanya imaji tapi realisasi
di jantung bumi bunga bersemi
binar pelangi lukiskan harmoni

Bayu Angora | 2016

 

= Related Posts

Akustik tidak perlu listrik tidak juga pemantikaku bisa lirih berbisik bisa juga lantang berisiktergantung kau memetik mencekik bahkan menc...
Toilet ayah memarahiku karena aku kencing sambil menyebut nama tuhanayah bilang tidak boleh membawa nama tuhan ke toiletibu juga memarahiku kar...
Bulan Datang Bulan di balkon itu kita berdua ditemani bulan yang sedang montok, sebotol bir, sebungkus rokok kretek, dan paduan suara tokekkau yang dari tadi...
Malam Pengantin jika kau memang belum mampu menghapus namaku dari ingatanmu setidaknya sembunyikan dulu namaku dari matamu yang mulai layu dan basah ituji...