penyair puisi freethinker indonesia

Buluh Perindu

seperti yang kau katakan dulu
anggap saja cerita kau dan aku
sebatas komedi yang tidak lucu

cerita kita adalah buluh perindu
dan aku
tidak pernah bisa melupakanmu

aku hanya pura-pura melupakanmu
supaya aku tidak tampak dungu
ketika aku merindukanmu

lalu
sekental apakah spermaku?

sekental tangismu
ketika hendak meninggalkanku!

Bayu Angora | 2013