penyair puisi freethinker indonesia

Buluh Perindu

seperti yang kau katakan dulu
anggap saja cerita kau dan aku
sebatas komedi yang tidak lucu

cerita kita adalah buluh perindu
dan aku
tidak pernah bisa melupakanmu

aku hanya pura-pura melupakanmu
supaya aku tidak tampak dungu
ketika aku merindukanmu

lalu
sekental apakah spermaku?

sekental tangismu
ketika hendak meninggalkanku!

Bayu Angora | 2013

 

= Related Posts

Barbeque ibu baru saja mati mereka menggoroknya tanpa sepengetahuankuaku menangis? tentu saja tidak! karena aku bukan anak cengeng seperti kalian...
Possessionate ini bukan perkara aku meninggalkanmu atau kau meninggalkankutapi yang terus menjerit pilu dari jantungku atau jantungmu?Bayu Angora | 20...
megaLOVEmaniac mencintai itu seharusnya dilakukan secara ikhlasjika yang anda cintai tidak mau mencintai anda ya lebih baik biarkan sajatidak perlu ...
Partai Zombie partai kami adalah partai terbaik partai kami adalah partai yang paling benar partai kami adalah penyempurna partai-partai sebelumnyaselai...