freethinker adalah penyair sajak

Beragama dan Berkeluarga

Mau beragama atau tidak, itu adalah pilihan.
Begitupun dengan berkeluarga, itu juga pilihan.

Orang memutuskan untuk beragama
umumnya karena ingin menuju kebaikan.
Begitupun orang memutuskan untuk berkeluarga
umumnya karena mereka ingin meraih kebahagiaan.

Baik beragama ataupun berkeluarga,
itu adalah pilihan, bukan kewajiban.

Tapi pada kenyataannya,
hal tersebut justru dianggap
sebagai kewajiban dan dipaksakan.

Maka jangan heran jika banyak orang
menjadi linglung dan egois karena agama.
Juga banyak orang semakin stres dan tertekan
setelah pernikahan, punya anak, dan berkeluarga.

Anehnya, mereka yang linglung dan stres ini
seringkali menjerumuskan orang lain
supaya senasib dengan dirinya.

– Bayu Angora

 

= Related Posts

Kesurupan Oknum Kaum anda mengajarkan kebaikan. Sikapnya baik, toleran, menyenangkan, open minded, rendah hati, penuh kedamaian, saling menghargai tanpa mem...
Cangcut Superman Cangcut adalah hal privat. Ketika cangcut tersebut dipamerkan ke publik seperti yang dilakukan oleh Superman, maka risiko jika hal tersebut ...
Placebo Effect Placebo berguna supaya orang yang sakit merasa baik hanya dengan manipulasi sugesti.Orang yang sedang tertekan biasanya membutuhkan hibura...
Tuhan Personal Istilah tuhan menjadi rancu karena multitafsir.Tuhan personal versi teis itu cenderung ke objek. Suatu sosok beridentitas yang maha ini ma...