puisi penyair freethinker indonesia

Barbeque

ibu baru saja mati
mereka menggoroknya tanpa sepengetahuanku

aku menangis? tentu saja tidak!
karena aku bukan anak cengeng seperti kalian

tapi kemarin malam
[beberapa jam sebelum mereka menggoroknya]
ibuku sempat berbisik bahwa ia masih perawan

meskipun demikian
ibuku berpesan supaya jangan lupa diri
jangan menganggap diri paling suci
apalagi mengaku sebagai nabi

ibu, bagaimana rasanya mati?
bagaimana rasanya digorok dan dikuliti?

mungkin esok lusa aku akan bernasib sama
atau mungkin juga kita akan kembali bersama

entah itu di taman, di swalayan, di pembakaran,
di restoran, di meja makan, atau di perut kalian!

Bayu Angora | 2012

 

= Related Posts

Pantat Malaikat padat bulat hangat dan begitu memikat"ini pasti nikmat!"lalu kami berempat membaginya menjadi delapan potong persis seperti pizza hangat...
Planet Sebelah di planet sebelah ada ajaran yang melarang memamerkan tubuh yang indahtapi mereka malah sering memamerkan aksi barbar biadab yang penuh da...
Kesurupan telah kusiapkan sesajen supaya kau segera sadarkopi pahit ayam kampung kembang tujuh rupa asap dupa dan kemenyantapi kau malah menolakny...
megaLOVEmaniac mencintai itu seharusnya dilakukan secara ikhlasjika yang anda cintai tidak mau mencintai anda ya lebih baik biarkan sajatidak perlu ...