penyair sajak freethinker indonesia

Babi Panggang

“jika api bergoyang, tiup lilinnya!”
kau kembali mengingatkan

aku mengangguk
antara sanggup dan gugup

setelah komat-kamit
kau pun menghilang menembus malam

dua jam berselang api bergoyang

aku yang bertugas untuk jaga lilin
tertidur ngorok di atas ranjang

di tengah tanah lapang
warga berbondong-bondong
mencicipi gurihnya babi panggang

Bayu Angora | 2011

 

= Related Posts

Dahaga tiba di kamarmu kau langsung marah dengan sejuta cemburu yang selalu kau ungkit lagidetik yang berdetak di jam dinding kamarmu kian melele...
Bulan Datang Bulan di balkon itu kita berdua ditemani bulan yang sedang montok, sebotol bir, sebungkus rokok kretek, dan paduan suara tokekkau yang dari tadi...
Harmonika kuberikan sekian nada yang masih mengangatapi kau malah berpesta di jendela menuju surgamasih cukupkah bir kita?Bayu Angora | 2009&n...
Geming sesosok ulat bersantap di ujung ranting mengeringsepasang mata burung di tengah senja meruncingsebelah mata pemburu di kejauhan kian mem...