freethinker adalah penyair blog

Al-Munafikun

seorang wanita malam
duduk termenung di sudut jalan
mencoba teteskan airmatanya
yang telah lama membatu

di persimpangan
datanglah sosok berkedok tuhan
memaksanya untuk bertobat
sambil matanya terus
memelototi belahan dada
dan selangkangan

sang wanita malam
hanya tersenyum maklum
sambil bertanya,
“bayarnya pakai uang, kan?”

Bayu Angora | 2010

 

= Related Posts

Lidah entah karena sakit atau nikmat kau mendatangiku sambil mengerang pipimu merah nafasmu terengah-engahperlahan kau bukakan kedua pahamu tern...
Cinta aku mencintaimu kamu mencintaikuaku mencintaimu kamu encintaikuaku mencintaimu kamu ncintaikuaku mencintaimu kamu cintaikuaku mencin...
Istana Kecoa dari kampanye turun ke hati dan kecoa pun memimpin kamijangankan jadi pemimpin kami pikiranmu pun masih harus dibenahi jangankan menangani...
Bidadari Pengungsi sejenak menepikan diri di tepi sungai yang sepiada selendang wangi mungkin punya bidadarikucoba mendekatkan diri untuk sekadar dokumenta...