puisi penyair freethinker indonesia

Agama Rokok

Agama itu seperti halnya rokok.

Tidak ada yang salah dengan merokok,
selama para perokok tahu diri dan aturan.
Tidak mencemari orang lain dan lingkungan.

Setiap orang berhak untuk merokok atau tidak,
berhak untuk bangga dengan jenis rokok miliknya,
juga berhak untuk berbagi rokok jika ada peminatnya.

Tapi ketika hal tersebut mulai mengotori ruang publik,
mencemari orang lain, bahkan mengontaminasi anak kecil,
maka jangan heran jika ada orang lain mengecam hal tersebut.

Nikmatilah kepulan rokokmu secara khusyu
tanpa perlu mencemari orang lain dan lingkungan.
Karena orang lain belum tentu suka dengan rokokmu itu.

Bagimu asap rokokmu, bagiku tidak perlu.

– Bayu Angora

 

= Related Posts

Moral Dogmatis Moral itu harus berdasarkan kesadaran. Melakukan kebaikan karena sadar bahwa itu baik. Tidak melakukan kejahatan karena sadar bahwa itu buru...
Surga Utopis Surga yang diinginkan oleh manusia tentu banyak versi. Ada yang mendambakan kedamaian secara menyeluruh. Tapi ada juga mereka yang berobsesi...
Petuah Ibunda Waktu saya masih kecil, ibu saya sering memberikan petuah, terutama ketika saya sedang menghadapi masalah.Tapi petuah yang menurut saya pa...
Apresiasi Tubuh Menilai kenyamanan tubuh sendiri itu sebetulnya simple.Apakah pede dengan tubuh sekarang? Jika iya, show it! Jika tidak, upgrade supaya tu...